7 Cara Tubuh Memberi Tahu Adanya Kanker

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Semakin cepat kanker terdeteksi dan ditangani dengan terapi yang tepat, semakin baik pula hasil pengobatan dan harapan hidup yang bisa dirasakan pasien. Hanya saja, tak semua jenis kanker memiliki metode pemeriksaan deteksi dini untuk menemukan keberadaan kanker lebih cepat.

“Banyak kanker yang tidak ada pemeriksaan deteksi dininya, tapi dengarkanlah tubuh kita sendiri,” ungkap Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof Dr dr Aru Wisaksono Sudoyo SpPD KHOM FINASIM FACP dalam peringatan Hari Kanker Sedunia 2020 bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Pusat dan Merck Sharp and Dohme (MSD), di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Aru mengungkapkan ada beberapa gejala yang mungkin berkaitan dengan kanker dan perlu ditindaklanjuti atau diperiksakan lebih jauh. Salah satu di antaranya adalah berat badan yang turun secara berlebihan tanpa diet.

Menimbang berat badan. Penurunan berat badan secara drastis tanpa diet bisa menjadi cara tubuh memberi tahu ada sel kanker yang tumbuh.
© flickr Menimbang berat badan. Penurunan berat badan secara drastis tanpa diet bisa menjadi cara tubuh memberi tahu ada sel kanker yang tumbuh.

Tanda yang kedua adalah adanya benjolan di tubuh yang tidak kunjung hilang. Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah perasaan lesu atau sangat mudah merasa capek.

Pada kanker, terutama kanker darah, rasa mudah merasa capek biasanya disebabkan oleh anemia. Kecenderungan mudah merasa capek atau lesu pada kasus kanker juga bisa disebabkan oleh adanya perdarahan akibat kanker.

Tanda keempat yang tak boleh diabaikan adalah adanya perdarahan yang terjadi di tempat atau waktu yang tidak lazim. Salah satu contohnya adalah keluar darah dari dubur.

“Sesak atau batuk yang tidak kunjung hilang, harus ditelusuri,” kata Aru.

Nyeri yang tak kunjung hilang di suatu bagian tubuh juga bisa menjadi tanda kanker yang perlu diperiksakan lebih jauh. Tanda lain yang mungkin kerap terabaikan adalah perubahan pola buang air besar. Misalnya, buang air besar yang semula teratur menjadi tidak teratur dengan kondisi feses yang berubah-ubah, seperti feses keras, cair atau diare, serta memiliki ukuran kecil-kecil.

“Perubahan pola buang air besar merupakan salah satu gejala kanker usus besar,” ungkap Aru.

Tanda-tanda ini tentu tidak selalu menunjukkan keberadaan penyakit kanker. Akan tetapi, gejala tersebut patut diperiksakan lebih lanjut sebagai bentuk antisipasi agar kanker dapat ditemukan dan diterapi lebih dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.